Flow Meter (Kontrol Laju Fluida)


Water Level Control adalah satu dari sekian banyak sistem yang ada dalam dunia industri. Di samping sederhana, sistem tersebut banyak sekali digunakan dalam dunia industri.
1. Level Kontrol pada Tangki Air
Digunakan untuk mengatur tingkat fluida dalam sistem, tangki air bertindak sebagai keran atau reservoir penyimpanan yang menyimpan dan menyediakan kelebihan cairan. Dalam sebuah sistem yang telah mengalami lonjakan cairan, tangki airdapat memodifikasi fluktuasi laju alir, komposisi, suhu, atau tekanan. Biasanya, tangki (atau “drum air”) yang terletak di hilir dari saluran air tertutup atau pengumpan untuk roda air. Tergantung pada penempatannya, tangki air dapat mengurangi tekanan dan volume cairan, sehingga mengurangi kecepatan. Oleh karena itu, tangki air bertindak sebagai tingkat dan mengontrol tekanan dalam seluruh sistem.
Karena mengalir ke tangki air tidak diatur dan cairan yang adalah output dari tangki air dipompa keluar, sistem dapat diberi label sebagai keadaan tidak stabil.
Teknologi di balik tanki air telah digunakan selama beberapa dekade.
Gbr. skema Control Flow Water Tank

Sebuah tangki gelombang bergantung pada tingkat sensor untuk menentukan apakah cairan disimpan dalam tangki atau tidak. Ini diatur keluar dipompa keluar dalam menanggapi perhitungan yang dibuat oleh controller yang pada akhirnya membuka dan menutup katup kontrol yang melepaskan cairan dari tangki.

Gbr. Instalasi Omron 61 F-G

control level air di tangki tujuannya untuk menjaga keberadaan air pada level tertentu dengan mengatur ON/OFF pompa air. Bagian terpenting adalah controller contoh disini  menggunakan produk OMRON 61-FG lengkap dengan sensor (digunakan kawat) , dan pompa.

Gambar diatas adalah unit control dan sensornya. Sedangkan dibawahnya adalah gambar terminal

yang ada pada unit control. Pertama adalah terminal S0, S1 dan S2 sebagai terminal power supply. S0 sebagai common dan jika supply dengan tegangan 110 VAC disambung ke S1 dan untuk tegangan 220 VAC ke S2. Berikutnya adalah terminal kontak output relay yaitu Ta, Tb, dan Tc.

Terminal ini adalah output dry contact (relay) sehingga dipergunakan untuk memerintah pompa agar ON/OFF. Kemudian terminal E1, E2 dan E3 dipergunakan untuk sensor ke air. Urutan harus sesuai dengan gambar yaitu E1 yang paling atas dan seterusnya, jangan dibolak balik. Material sensor hanya konduktor biasa tetapi yang tahan korosi karena dicelupke air. untuk posisi E3 bisa dililitkan menempel di tandon bagian bawah yang terbuat dari besi, atau kalau pipanya dari besi bisa ditempel di bagian itu.

Setelah merangkai sensor dengan controller berikutnya adalah menyambung ke power pompa. Salah satu power bagian (phase/ masa) diputus dan setiap ujungnya disambung ke Tc dan Ta. Dengan demikian unit control siap bekerja. Untuk pengetesan hubung singkat E1, E2 dan E3, pompa harus OFF. Kemudian lepas E1 pompa tetap OFF, lepas E2 pompa harus ON. Selanjutnya proses pengisian, Sambung E3 dengan E2 pompa tetap ON, sambungkan keduanya dengan E1 pompa harus OFF.

Agar controller lebih tahan lama sebaiknya diberikan relay back-up bisa type LY supaya relay output controller tidak terkena beban secara langsung.

Dapat juga  merealisasikan WLC dengan komponen OpAmp, LS00, diode LED (indicator lamp merah, hijau dst), Transistor BC109, relay Zhongnan 225VAC/6 VDC.

Gbr. Relay

SCADA System

SCADA (Supervisory Control and Data Aqcuisition) sistem, adalah sistem yang memungkinkankan pengguna/operator untuk melakukan:

  1. Monitoring (pengawasan)

2. Controlling (pengendalian)

3. Data Aqcuisition (pengambilan dan perekaman data)

Ketiga fungsi di atas dapat dipenuhi dengan mewujudkannya dalam bentuk hardware maupun

software. Salah satu software SCADA yang paling banyak digunakan di dunia ialah Wonderware®

InTouchTM yang berfungsi sebagai Man Machine Interface (MMI). Istilah MMI muncul untuk

menjembatani jurang antara manusia (operator) dengan mesin (Plant), sehingga operator dapat

mengawasi dan mengendalikan Plant dengan mudah. Untuk mewujudkan suatu MMI (display untuk

SCADA) yang baik, maka diperlukan batasan/standard dalam pembuatannya.

 

 

Iklan

Tag: , ,

4 Tanggapan to “Flow Meter (Kontrol Laju Fluida)”

  1. suratmin Says:

    ada yg salah tu bos dng SO masak dikonek ke phase R

  2. romi ikoneri Says:

    harus nya SO ke Netral dan S2 ke Phasa PLN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: